Koperasi adalah bentuk usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Tujuan utama koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.
Tujuan koperasi merupakan bentuk perekonomian yang sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 1.
1) Landasan koperasi

  • Landasan idiil adalah Pancasila
  • Landasan structural adalah UUD 1945

2) Lambang koperasi

  • Rantai melambangkan kesatuan dan persatuan
  • Roda gigi melambangkan karya usaha yang terus menerus
  • Padi dan kapas melambangkan kemakmuran yang diusahakan dan yang akan dicapai oleh koperasi
  • Timbangan melambangkan keadilan social bagi semua anggota
  • Perisai melambangkan Pancasila sebagai landasan idiil koperasi
  • Pohon beringin dan akar melambangkan sifat kemasyarakatan yang merupakan kepribadian Indonesia yang kokoh dan berakar

3) Jenis-jenis koperasi
Dilihat dari segi lingkungan usahanya, koperasi dapat dibedakan sebagai berikut :

a) Koperasi sekolah
Anggotanya terdiri dari para siswa. Pengurusnya adalah para siswa yang dipilih oleh siswa. Koperasi sekolah biasanya menyediakan alat-alat perlengkapan sekolah seperti : buku, pensil, penggaris dan lain-lain.

b) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)
Anggotanya adalah para pegawai negeri. Kegiatan usahanya menyediakan segala macam kebutuhan para pegawai. Misalnya : pakaian, sepatu, dan kebutuhan rumah tangga.

c) Koperasi Unit Desa
Anggota : para pegawai desa khususnya petani. KUD menyediakan alat-alat atau kebutuhan para petani.

d) Koperasi simpan pinjam
Koperasi yang melakukan penyimpanan dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya.
e) Koperasi produksi
Koperasi ini bergerak di bidang usaha pembuatan barang, misalnya pembuatan tahu, tempe, gula merah, minyak kelapa, batu bara, dan genting.
Di Indonesia perkoperasian diatur oleh UU No. 25 tahun 1992, yaitu Undang-Undang Perkoperasian. Pemegang kekuasaan tetinggi dalam koperasi adalah rapat anggota. Rapat anggota diadakan paling sedikit sekali dalam satu tahun. Modal koperasi diperoleh dari anggota berupa simpanan pokok dan simpanan wajib. Bung Hatta mengembangkan demokrasi ekonomi bedasarkan pasal 33 UUD 1945. Karena keahliannya dalam bidang ekonomi, maka Bung Hatta mendapat julukan sebagai Bapak Ekonomi Indonesia (Bapak Koperasi).

4) Fungsi dan Peran Koperasi
Menurut Undang-Undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut :

  • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  • Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan dan masyarakat.
  • Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya.
  • Berusaha untuk mewudjudkan dan mengembvangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
  • Mengembangkan kretivitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar.