JOURNAL REVIEWS
“Goresan Tinta Emas Sony Corporation di Industri Elektronik”


Mata Kuliah :
Manjemen Pemasaran
Dosen :
Muhammad Yunanto, SE,. MM
Disusun oleh :
Agung Winarto
10208059
2EA03

Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
ATA 2009/2010

Pendahuluan
Sebuah kesuksesan tidak dapat dihasilkan / diwujudkan secara instan. Pasti akan banyak tahapan / proses yang di lalui. Dan sebuah kegagalan akan menjadi sebuah tahapan dalam menuju kesuksesan. Justru itu kita jangan pernah menyerah oleh suatu kegagalan. Karena kegagalan itu bukanlah suatu akhir, tapi awal untuk meraih kesuksesan. Dan guru yang paling baik dalam mencapi kesuksesan ialah kegagalan yang pernah ada.
Konribusi Penelitian :
1. Ternyata selain mengambil suatu keputusan yang tepat, seorang manajer harus bisa mengambil suatu keputusan yang cepat dan tepat. Hal ini di buktikan oleh Akoi Morita saat menarik diri dari kerja sama dengan perusahaan perdagangan global terbesar di Jepang.
2. Untuk menumbuhkan semangat kepada pengusaha-pengusaha muda untuk tidak mudah menyerah menjalankan bisnisnya. Ternyata perusahaan besar seperti Sony sempat mengalami kegagalan, tapi Sony segera bangkit dari kegagalanya dan mampu sukses hingga kini.
3. Sony memilih dua cara untung bersaing, yaitu memperkuat basis teknologi, dan memasarkan produk secara agregatif ke pasar-pasar luar negeri. Ternyata cara ini cukup ampuh hingga memberi Sony kesuksesan.
Isi Review
Sony didrikan pada 1946 sebagai “Tokyo Tshushin Kogyo”, dan baru di tahun 1958 mengubah namanya menjadi Sony Corporation. Tokyo Telecommunications Engineering oleh Masaru Ibuka dan Akio Morita. Kedua insiyur muda ini mendirikan sebuah toko di sebuah bangunan yang sebelumnya merupakan lokasi sebuah department store.
Semua berawal saat Sony Corporation menciptakan produk-produk inovatif yang memiliki daya tarik komersil. Untuk mencapai tujuan ini, para insiyur Sony diberi otoritas dalam pengambilan keputusan saecara luas. Saat itu Akio Morita mencoba mendekati sejumlah perusahaan perdagangan global (Global Trading Company-GTC) terbesar di Japang dengan harapan bahwa mereka mungkin mau membantunya untuk menjual radio transitor Sony di luar negeri. Morita segera menyadari bahwa perusahaan-perusahaan ini tidak begitu antusias tentang teknologi-teknologi baru dari Sony. Selanjutnya, Morita memutuskan untuk tidak meneruskan tindakan ini.
Dengan penuh keberanian, Sony memilih untuk bersaing melalui dua cara yaitu :
1. Memperkuat basis inovasi teknologi
2. Memasarkan produk secara agregatif ke pasar-pasar luar negeri
Serangan perusahaan ini terjadi ketika berhasil menyelesaikan kesepakatan untuk mengakusisi sebuah lisensi paten untuk transistor pada 1953. Produk missal radio transistor Sony dimulai pada tahun 1960. Di tahun 1968, keunggulan teknologi Trinitron Somy membantu pasar televise berwarna untuk berkembang. Prestasi ini menjelaskan langkah Sony dalam menekakkan inovasi tanpa mempedulikan biaya. Dua produk Sony lainnya merupakan contoh-contoh luar biasa kesuksesannya dan kegagalan perusahaan itu : Walkman dan video cassette recorder Betamax.
Tanggapan dan kritik terhadap artikel :
1. Artikel bersifat sistematis dan objektif, sehingga informasi yang di sampaikan sangat membantu para usaha muda yang ingin mengikuti kesusksesan Sony.
2. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan deskriptif dan kausalitatif.