Nama : Agung Winarto
Kelas / NPM : 2EA03/10208059
Mata kuliah : Manajemen Pemasaran
Dosen : Muhammad Yunanto, SE, MM

Pendahuluan
Dalam membuka suatu usaha, selain menciptakan barang / produk yang inovatif dan unik kita harus menentukan strategi pasar yang akan dugunakan, cara mempromosikan barang / produk yang akan dijual dan letak yang strategis untuk menjual barang / produk. Karena ketiga hal itu bias menentukan keberhasilan usaha yang kita jalankan.
Kontribusi penelitian :
1. Untuk mengetahui stategi pasar yang digunakan oleh perusahaan department store untuk menarik minat konsumen untuk datang.
2. Untuk menetahui pembuktian teoritis tentang segment cycle dari objek penelitian yang dilakukan pada barang yang di jual di department store.
Review
Pada tahun 1979, toko utama Lotte dibuka di Myong-dong, kawasan bisnis pusat kota dan distrik pertokoan di Seoul, Korea, tumuh sebagai retailer modern Korea. Jumlah pelanggan yang membeli setiap hari rata-rata 55.000. Lotte berdampak unik terhadap budaya belanja dan gaya bisnis Korea. Strategi bisnis yang menekankan pertumbuhan dan Economy of scale. Lotte terus berkembang secara dramatis. Lotte meluncurkan cabang baru setiap tahun selama lima tahun terakhir, kini jumlahnya mencapai 13 cabang.
Filosofi bisnis yang berorientasi pelanggan dan kebijakan bisnis yang unik, filosofi manajemen Lotte dibangun dari mission statement “Selalu Bersama Anda – Always With You”, manajemen Lotte berpusat pada pelanggan yang fokusnya menciptakan kepuasan dan kepercayaan setiap pelanggan. Kawasan perbelanjaan yang luas, barang dagangan yang melimpah, dan suasana belanja yang nyaman merupakan kebanggaan Lotte Departement Store.
Pemimpin pasar sebelumnya, Shinsegae, memilih strategi-strategi bisnis yang sangat hati-hati. Misalnya, Shinsegae dengan hati-hati mengevaluasi dampak ekonomi dari semua cabang baru yang pontensial. Namun, Lotte tidak memiliki reservasi yang sedemikian kuat; Lotte ingin menikmati first mover advantage di kota-kota yang baru tumbuh. Toko-toko yang besar dan keanekaragaman produk yang sangat banyak dan layanan yang bagus; Lotte department store menjadi sebuah cultural plaza.
Aliansi strategi, sekarang berbagai macam kemitraan sedang diwujudkan diantara para peritel. Penggunaan silang sertifikat hadiah diadopsi oleh semakin banyak department store yang dimaksudkan untuk mengompensasi penjualan, dan kerja sama pasar di antara para distributor on line dan off line terus dicari untuk saling memanfaatkan kekuatan satu sama lain.
Tanggapan dan kritik terhadap artikel :
1. Analisis dilakukan secara diskriptif-normatif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.
2. Judul, masalah, tujuan dan pembahasan tersusun secara sistematis dan runtuk. Analisis secara parametric dan non parametric, data penelitian meliputi: data sekunder dan primer.
3. Kritik yang muncul dalam artikel :
Artikel ini mempertimbangkan pengaruh pesaing sebuah department store. Tidak melihat kepada pendapatan masyarakat, perubahan harga relative dan pendekatan sensitifitas harga permintaan.