JOURNAL REVIEWS
“Dominasi Nokia di industri ponsel seluler”

Mata Kuliah :
Manajemen Pemasaran
Dosen :
Muhammad Yunanto, SE., MM
Disusun Oleh :
Nama : Agung Winarto
NPM : 10208059
Kelas : 2EA03

Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
ATA 2009/2010

Pendahuluan
Saat ini, handphone (telepon genggam) tidak lagi masuk kategori barang mewah. Karena hampir semua orang memiliki, mulai dari pengusaha hingga pedagang kaki lima mempunyainya. Selain sudah banyaknya produsen yang memproduksi, dari segi harga pun sangat menjangkau semua kalangan. Bahkan hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya pengguna telepon seluler di Indonesia(dapat dilihat pada table 1.1). Dan kegunaan handphone itu sendiri bukan lagi hanya untuk menelepon atau kirim pesan singkat (sms), tapi bisa juga untuk mengdengarkan lagu, memutar video, hingga browsing.
Kontribusi Penelitian:
1. Dapat mengetahui jumlah pengguma ponsel di lingkungan masyarakat. Yang tidak lagi digolongkan sebagai barang mewah dengan banyaknya merek-merek ponsel yang bermunculan di pasar. Hal ini bisa dilihat dari table 1.1.
2. Untuk mengetahui strategi pasar yang digunakan Nokia sehingga mampu menguasai pasar industri seluler. Ternyata ada empat alternative media advertising yang akan digunakan nokia, yaitu memasang iklan pada surat kabar lokal, membeli siaran TV lokal, memasang iklan pada majalah, menditribusikan contoh produk secara gratis.
3. Dapat kita ketahui bahwa target pasar dari produk Nokia adalah dengan pembedaan (diferensiasi).

Isi Review
Indonesia dengan lebih dari 200 juta penduduknya menjadi pasar yang besar bagi industri ini. Dan dengan kemajuan teknologi yang pesat, banyak merek-merek ponsel yang bermunculan, Nokia mucul sebagai pemimpin pasar. Target pasar dari produk Nokia, yaitu pembedaan (diferensiasi). Hal ini bias dilihat dari sisi produk, Nokia mudah digunakan untuk semua umur muda maupun tua. Dari sisi pelayanan, Nokia memberikan kemudahan bagi pelanggannya, misal pelayanan purnajuan, konsumen dapat datang ke GRAHA NOKIA. Dari segi harga, produk Nokia sangat menjangkau semua kalangan.
Sony Erricson, seperti yang kita ketahui menapik produknya untuk menyaingi Nokia. Karena Sony Erricson sendiri mempunyai keunggulan-keunggulan di mata konsumen, fitu-fitur standar, desainnya tampil elegan, namun konsumen berkomentar tetap saja belum secanggih Nokia. Hal yang sering di komentari konsumen, yaitu baterai dan sinyal yang ditangkap masih sulit. Pihak Sony Erricson sendiri terus melakukan evaluasi dan pengembangan terhadap produknya dengan mengikuti kemajuan teknologi saat ini.
Sebetulnya, Sony Erricson juga menggunakan sistem distribusi yang apik, sayangnya produk Sony Erricson belum bias menyaingi Nokia. Persaingan pasar yang ketat, dengan munculnya pabrikan baru dari Cina dengan produk bermerek IMO dan MicXon mencoba meraup peruntungan di pasar tanah air yang selama ini sudah dikerik oleh Nokia, Sony Erricson, Samsung, Siemen, Motorolla, dan sebagainya.

Tanggapan dan kritik terhadap artikel :
1. Judul, masalah, tujuan dan pembahasan tersusun secara sistematis. Sehingga informasi yang didapat sangat membantu manajer pemasaran dalam menganalisis persaingan pasar industri seluler.
2. Pendekatan rancangan penelitian eksploratif dan metode yang digunakan metode observasi.
3. Kritik yang muncul dalam artikel :
Artikel ini terlalu memfokuskan pada satu pembahasan tentang satu merek ponsel, yaitu Nokia. Sehingga kita tidak dapat benar-benar memastikan apakah Nokia menguasai pasar industri seluler. Sedangkan merek pasar yang berada di pasar semakin banyak. Mungkin sebaiknya diambil satu lagi merek ponsel yang ada di industri sebagai pembanding, sehingga kesimpulan yang kongkrit dapat dihasilkan.