Di dalam kehidupannya setiap orang pasti mempunyai cita-cita, ada yang ingin menjadi dokter, insyur, aktor, jaksa, pengusaha, dll. Begitu pun dalam kehidupan bernegara tentunya punya cita-cita yang ingin diwujudkan oleh setiap bangsanya. Sedangkan ketahanan nasional itu sendiri adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus – menerus secara sinergi.

Ketahanan Nasional pada aspek sosial

Melihat dari aspek sosial Indonesia masih banyak permasalahan dalam mewujudkan ketahanan nasional, kita bisa lihat dari pergaulan anak muda masa kini yang cenderung negatif, seperti pegaulan bebas, pemakaian narkoba, dsb.  Mereka tidak lagi menghiraukan tentang norma-norma dalam masyarakat ataupun peraturan-peraturan yang ada. Tentunya dengan emosi yang labil dalam pencarian jati diri, para generasi muda akan sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Untuk itu perlu adanya pengawasan, perhatian  dan komunikasi yang baik dari orang tua agar mereka tidak terjerumus pada hal-hal yang negatif. Karena dari kasus yang sudah ada, mereka terjerembak pada hal negatif dikarenakan kurangnya perhatian atau komunikasi dari orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya.  Tentunya hal ini sangat memprihatinkan bagi Negara kita, melihat generasinya yang terpuruk oleh hal-hal negatif. Mereka sebagai tunas bangsa sangat diharapkan sekali bisa mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Saya sebagai generasi muda

Cobalah kalian lihat pemandangan dipinggiran ibu kota, banyak dari saudara-saudara kita yang hidup di pinggiran kali atau di emperan toko. Dan di situ pula mereka mencari nafkah, entah itu memungut limbah pabrik yang mengalir di kali, mengamen di sepangjang toko atau kafe, atau bahkan ada yang hanya menadahkan tangannya menjadi seorang pengemis. Tentunya hal ini membuat masyarakat resah. Semua itu mereka lakukan hanya untuk tetap bertahan hidup di kerasnya ibu kota. Hal ini tentunya menjadi permasalahan yang besar buat Negara kita, karena kita semua tahu dalam pasal 34 UUD’45 yang berbunyi “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar di pelihara oleh Negara”. Tapi pada kenyataannya masuh banyak para fakir miskin dan anank-anak yang terlantar yang hidup bergelandangan di pinggiran ibu kota. Apa yang dilakukan pemerintah ? bukan memelihara mereka malah sekarang membuat peraturan yang melarang kita semua untuk tidak memberi sedekah kepada mereka, bahkan bila terlihat oleh aparat kita yang memberi sedekah akan di denda. Ini merupakan salah satu permasalahan terbesar dalam mewujudkan ketahanan nasional di bidang social. Saya sebagai generasi muda mungkin akan membuat lembaga social masayarakat yang mengajak para fakir miskin dan anank-anak terlantar untuk tinggal di sebuah rumah dan di situ mereka akan di ajarkan keterampilan-keterampilan yang bisa menjadi keahlian mereka untuk mencari nafkah. Memang akan sulit untuk mengajak mereka, terlebih lagi mereka telah terbiasa hidup di luar. Tapi tidak salahnya di coba.